Royal Agro Industri terus memperkuat pengembangan industri pengolahan kelapa Indonesia melalui investasi teknologi, diversifikasi produk, dan peningkatan kapasitas produksi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan potensi kelapa nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan melalui proses hilirisasi. Komitmen tersebut turut diperkenalkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
Founder JHL Group sekaligus Owner PT Royal Agro Industri, Jerry Hermawan Lo, mengunjungi booth Royal Agro Industri pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kehadiran perusahaan dalam pameran perdagangan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan beragam produk olahan kelapa serta menunjukkan arah pengembangan industri yang dijalankan.
Bagi Royal Agro Industri, hilirisasi kelapa memiliki peran penting dalam memaksimalkan nilai ekonomi komoditas Indonesia. Kelapa tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan produk berbahan dasar daging dan airnya, tetapi juga dapat diolah dari bagian sabut hingga tempurung. Pemanfaatan berbagai bagian tersebut membuka peluang untuk menghasilkan produk dengan fungsi dan nilai tambah yang beragam.
Saat ini, Royal Agro Industri mengembangkan berbagai produk turunan kelapa, termasuk santan, minyak kelapa, desiccated coconut, nata de coco, cocofiber, cocopeat, dan arang. Ragam produk tersebut mencerminkan potensi pengolahan kelapa menjadi bahan baku maupun produk yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan industri.
Selain mengembangkan produk, Jerry Hermawan Lo mendorong agar proses hilirisasi turut melibatkan petani lokal. Keterlibatan petani menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok yang saling mendukung, sehingga manfaat ekonomi dari pengembangan industri dapat dirasakan dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, penguatan industri kelapa tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah bagi komoditas dan masyarakat yang terlibat di dalamnya.
Royal Agro Industri Investasikan Teknologi Pengolahan Modern
Untuk mendukung pengembangan usaha, Royal Agro Industri melakukan pembelian peralatan pengolahan kelapa modern dari Beyond, Tiongkok. Peralatan tersebut direncanakan ditempatkan di fasilitas produksi perusahaan yang berlokasi di Manado, Sampit, dan Riau.
CEO PT Royal Agro Industri, Johanna (Anna), menyampaikan bahwa seluruh peralatan baru ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengolahan perusahaan sekaligus mendukung pengembangan berbagai produk turunan kelapa.
Produk yang menjadi bagian dari pengembangan tersebut meliputi desiccated coconut kategori low fat dan high fat, santan, crude coconut oil, serta produk olahan lainnya. Diversifikasi ini memungkinkan Royal Agro Industri mengembangkan pemanfaatan bahan baku kelapa untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda.
Investasi teknologi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung hilirisasi kelapa Indonesia. Dengan memperkuat fasilitas pengolahan dan mengembangkan variasi produk, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus optimalisasi pemanfaatan bahan baku. Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi industri pengolahan kelapa nasional.
Target Kapasitas Pengolahan Lebih dari 2 Juta Butir Kelapa per Hari
Sejalan dengan pengembangan fasilitas produksi, Royal Agro Industri menargetkan kapasitas pengolahan lebih dari 2 juta butir kelapa per hari. Target ini didukung oleh proyeksi kapasitas dari empat lokasi produksi, yaitu Riau sebesar 1 juta butir per hari, Manado 500 ribu butir, Sampit 350 ribu butir, dan Maluku 250 ribu butir per hari.
Rencana peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya Royal Agro Industri mengoptimalkan potensi kelapa dari berbagai wilayah Indonesia. Dengan dukungan fasilitas produksi yang dikembangkan, perusahaan berupaya memperkuat kemampuan pengolahan untuk menghasilkan produk turunan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Peningkatan kapasitas juga berkaitan dengan kebutuhan untuk memaksimalkan pemanfaatan setiap bagian kelapa. Melalui pengolahan daging, air, sabut, hingga tempurung, komoditas ini memiliki peluang untuk menghasilkan beragam produk sekaligus mengurangi bagian bahan baku yang tidak dimanfaatkan secara optimal.
Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan industri pengolahan kelapa dapat mendukung pertumbuhan rantai nilai komoditas perkebunan Indonesia. Keterhubungan antara petani, fasilitas pengolahan, dan pasar menjadi aspek penting untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Partisipasi Royal Agro Industri dalam Trade Expo Indonesia 2026 memperlihatkan arah pengembangan perusahaan melalui diversifikasi produk, investasi teknologi, dan rencana peningkatan kapasitas produksi. Melalui langkah tersebut, Royal Agro Industri terus mengembangkan potensi kelapa Indonesia sebagai komoditas dengan peluang pengolahan yang luas.
Ke depan, penguatan hilirisasi kelapa diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi industri dan petani lokal. Dengan mengoptimalkan bahan baku, meningkatkan kemampuan pengolahan, serta memperluas variasi produk, Royal Agro Industri berupaya mendukung peningkatan nilai tambah kelapa Indonesia sekaligus memperkuat keberlanjutan rantai pasok dari hulu hingga hilir.